Skip to main content

Merasa Gerah? Jangan Khawatir, Suhu Panas Bisa Disiasati

Sinar matahari terik dan udara panas beberapa hari belakangan membuat aktivitas di luar ruangan semakin tak menarik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi ini akan terus berlangsung hingga September, dengan suhu udara tertinggi mencapai 35°C.

Hary Tirto Djatmiko, Kepala Bagian Humas BMKG mengatakan, Mei-Juni menjadi bulan awal memasuki musim kemarau. Beberapa daerah di Indonesia sudah mengalami gejala tanpa hujan selam 30 hari. Dimulai dari daerah Nusa Tenggara, Bali, Jawa, dan Sumatera. Gejala ini secara bertahap akan bergeser ke wilayah lain.

“Terutama memang daerah di bagian selatan khatulistiwa,” ujar Hary.

BMKG memprediksi puncak kemarau akan jatuh di bulan Agustus dan September. Selama itu, nampaknya kita harus banyak-banyak sabar menahan rasa gerah. Sebab suhu udara bisa mencapai 32-35°C dan baru mulai berakhir pada Bulan Oktober.

“Tidak ada fenomena di luar kebiasaan, masih relatif normal selama periode 30 tahun,” kata Hary lagi.

Namun, cuaca panas ini bisa makin menyiksa bagi mereka yang akan melakukan ibadah puasa pada pertengahan Mei hingga Juni nanti. Panas berlebih dapat membikin masalah kesehatan fatal, terlebih pada individu dengan masalah jantung dan pernafasan. Lalu bagaimana menyiasatinya?

Suhu tubuh manusia harus tetap berkisar antara 36,1-37,8°C. Jika lebih dari angka 37,8, tubuh memiliki mekanisme untuk mendinginkan suhu dengan berkeringat. Namun, ada kelompok individu yang tak bisa mengeluarkan keringat secara maksimal.

Misalnya orangtua dan individu dengan konsumsi obat tertentu yang menghambat produksi keringat. Lebih sedikit keringat artinya suhu tubuh akan lebih cepat naik. Jika sudah begitu, mereka dapat mengembangkan kelelahan akibat suhu tinggi (heat exhaustion). Jika dibiarkan, kondisi ini akan meningkat menjadi heat stroke dan dapat merusak otak, organ vital lain, bahkan menyebabkan kematian.

Orangtua adalah salah satu kelompok yang paling rentan terkena paparan suhu panas, terutama bagi mereka yang usianya telah melampai 75 tahun ke atas. Selanjutnya adalah bayi dan anak kecil, individu dengan kondisi kronis, terutama masalah jantung atau pernapasan. Lalu, individu dengan masalah mobilitas, misalnya orang dengan penyakit parkinson atau stroke. Juga, orang dengan masalah kesehatan mental serius, obat-obatan tertentu, alkohol, dan individu yang aktif secara fisik.
Kiat Mengatasi Cuaca Panas
Ada beberapa tanda dari tubuh yang perlu kita waspadai ketika terpapar suhu tinggi. Ketika dehidrasi berlanjut, tubuh akan mengalami kelelahan yang diakibatkan oleh kurang air atau kurang garam. Gejala kurang air di antaranya adalah rasa haus berlebihan, lemas, sakit kepala, dan hilang kesadaran. Sementara itu, gejala kurang garam ditandai mual, muntah, kram otot, dan pusing.

Secara umum, gejala dari kelelahan panas meliputi kebingungan, warna air seni gelap, pusing hingga pingsan, kelelahan, sakit kepala, kram otot atau perut, mual, muntah, atau diare, kulit pucat, banyak berkeringat, detak jantung cepat. Ada beberapa tips yang dapat diterapkan sebagai menghindari efek kesehatan akibat suhu panas.

Pertama, tutuplah semua jendela atau ventilasi rumah Anda ketika udara di luar lebih panas. Lakukan hal sebaliknya ketika udara menjadi lebih dingin agar sirkulasi udara tetap berjalan. Anda dapat menggunakan tirai berwarna terang untuk menutup jendela, sebab tirai berwarna gelap dapat membikin ruangan lebih panas.

Hindari beraktivitas di luar ruangan antara pukul 11 pagi hingga 3 sore karena jam-jam ini adalah waktu terpanas hari. Jika harus keluar, kenakan pakaian longgar, penutup kepala, dan topi. Mandilah dengan air dingin dan minum air/jus buah secara teratur.

Anda juga perlu menghindari konsumsi minuman berkadar gula tinggi seperti coke, alkohol, teh, dan kopi berlebih. Sebab, gula akan diubah menjadi energi, dan proses tersebut akan meningkatkan suhu tubuh. Konsumsi air sebanyak 17-20 ons direkomendasikan untuk individu dengan aktivitas tinggi seperti olahragawan dengan jarak konsumsi 2-3 jam sebelum aktivitas. Plus, konsumsi 7-10 ons setiap 20 menit dan 8 ons dalam waktu setengah jam setelah aktivitas.

sumber

Comments

Popular posts from this blog

Lengkapi Lirik Lagu `Pelangi`, Jawaban Siswa Bikin Ngakak

Tak bisa dipungkiri, anak-anak di tahun 90 hingga awal tahun 2000an pernah bahagia dan begitu terhibur dengan lagu-lagu sederhana yang mendidik. Namun kini, dunia musik seperti kehilangan sosok para penyanyi cilik. Lagu anak-anak dalam negeri sendiri pun sudah jarang alias hampir enggak bisa ditemukan. Imbasnya, anak-anak zaman now kurang mendapat 'asupan' lagu untuk seumuran mereka. Anak-anak lebih hafal dan senang menyanyikan lagu-lagu cinta dan lagu orang dewasa, duh. Belum lama ini seorang warganet memposting foto kertas ujian seni milik sang adik. Dalam kertas ujian itu terdapat soal melengkapi lirik lagu Pelangi yang diciptakan A.T. Mahmud. Kalian pasti tahu kan lagu legendaris ini. Awalnya ia melakukan dengan baik, namun… Awalnya ia melakukan dengan baik " Pelangi pelangi Alangkah indahmu Merah kuning hijau Di langit yang biru Pelukismu agung siapa gerangan" Namun yang bikin ngakak adalah penutupnya. " Pe...

Penyakit Erythema Multiforme, Benar Jadi Penyebab Al Ghazali Pingsan?

Al Ghazali, putra sulung pasangan Ahmad Dhani dan Maia Estianty, sempat ditemukan dalam keadaan pingsan di dalam mobilnya di kawasan Condet, Jakarta Timur, Selasa (18/9/2018) pagi lalu. Setelah ditemui untuk klarifikasi, Ahmad Dhani kemudian menceritakan bahwa penyebab Al Ghazali pingsan adalah karena reaksi alergi akibat penyakit kulit erythema multiforme yang selama ini diidapnya. Apa itu erythema multiforme? Erythema multiforme (EM) adalah penyakit kulit langka yang bisa terjadi pada siapa saja, meski umumnya menyerang anak-anak. Pada orang dewasa, gejala EM biasanya mulai muncul sekitar usia 20-40an. Erythema multiforme cenderung menyerang laki-laki daripada wanita. Penyakit ini sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu erythema multiforme minor yang gejalanya ringan dan bisa mereda dalam beberapa minggu, serta erythema multiforme major. Intensitas gejala Erythema Multiforme Major jauh lebih berat dan dapat memengaruhi mulut, mata, hingga bahkan alat kelamin. EM major dapat...
Neymar Jr dipanggil pelatih Tite ke timnas Brasil dalam menghadapi laga persahabatan kontra Amerika Serikat dan El Salvador. Beberapa nama pemain bintang seperti Gabriel Jesus, Fernandinho, Marcelo, dan Ederson tak dipanggil dalam kesempatan kali ini. Neymar menjadi pusat perhatian karena statusnya sebagai pemain bintang Tim Samba. Ada hal menarik yang terjadi di sesi latihan timnas Brasil, Kamis (6/9/2018). Neymar terlihat membuat sepakan melengkung dari luar kotak penalti dan menembus gawang timnas Brasil yang dikawal Alisson Becker. Gol indah tersebut juga diikuti dengan selebrasi unik dari sang pemain. Neymar berlari ke arah rekan-rekannya sambil melakukan selebrasi "SIUUU!" khas Cristiano Ronaldo. Aksi tersebut sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen dunia maya. Berikut cuplikan videonya: Neymar doing his best Cristiano Ronaldo impression 😂 pic.twitter.com/ffED6DmGQo — Football Daily (@footballdaily) September 5, 2018 Neymar...